“Karena dari segi tenaga kerja, banyak tenaga kerja yang terserap pada sub sektor ini dan bahan dasar purun cukup mudah diperoleh,” tambah Mahyuni.
Dia pun berharap, perajin dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, inovasi dalam mengolah produk dari purun, bambu, dan tirik agar bisa berorientasi ekspor.
“Sehingga, memiliki nilai tambah yang dapat dijual dipasaran dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” tukas Mahyuni. (edj/mc)
Editor: Erna Djedi







