Menurut keterangan warga lainnya, Dani Riswanto (29), setelah mengetahui ia pun menghubungi BPBD Kabupaten Tabalong.
Korban kemudian dievakuasi oleh BPBD Kabupaten Tabalong ke rumah sakit Badarudin Maburai untuk dilakukan tindakan Medis, pada saat di TKP tidak ditemukan identitas apapun yang melekat pada diri korban.
AKP Samsu Suargana SAP, menjelaskan setelah melakukan pengecekan di TKP kita langsung menuju ke Rumah Sakit H Badaruddin Kasim di Maburai bersama Tim Indentifikasi Satuan Reskrim Polres Tabalong untuk dilakukan pengangkatan sidik jari korban.
“Tujuannya untuk mengungkap identitas korban, dan akhirnya identitas korban terungkap berinisial AR (31) Warga Mantimin RT.1 Kecamatan Batu Mandi Kabupaten Balangan,” jelas Kapolsek Murung Pudak.
Setelah identitas korban terungkap, lanjut Kapolsek, pihaknya mencari informasi untuk menghubungi keluarga korban.
“Akhirnya keluarga korban dapat kami hubungi. Setelah keluarga korban sampai di rumah sakit, keluarga dari korban menjelaskan bahwa korban adalah orang yang sering mengalami halusinasi, korban adalah seorang pekerja pemasangan sutet di Muara Teweh, setelah pulang dari tempatnya bekerja di muara Teweh korban sering mengalami gangguan dan sering berhalusinasi,” tambah AKP Samsu.
“Pihak keluarga dapat menerima apa yang menimpa diri korban, dan menyadari bahwa korban memang sering ada gangguan halusinasi, korban meninggalkan rumah pagi hari sekitar jam 05.00 WITA dan tidak diketahui kemana perginya, sampai pada akhirnya pihak keluarga mendapatkan informasi bahwa korban telah meninggal dunia setelah jatuh dari tower,” tutup Kapolsek. (edj)
Editor: Erna Djedi







