“Alhamdulillah, 12 tahun membina anak yatim piatu, mereka sudah ada yang sarjana bahkan S2, serta berumah tangga seperti layaknya anak yang lain,” kata Zairulllah di pendopo Istana Anak Yatim, Rabu (12/01/2022), Kecamatan Simpang Empat.
Dia menambahkan, memanggil mereka dengan sebutan putra dan putri Istana, bukan anak yatim piatu, karena mereka sudah lebih menjadi bagian keluarga. Dan di sini mereka berhak untuk menempuh masa pendidikan setinggi-tingginya, karena dari tempat ini sudah tidak sedikit yang berhasil mencapai pendidikan S2. (mckominfotanbu)
Editor : Hasby







