Berikut Mudharat Rayakan Malam Tahun Baru

    Oleh Ustadz Muhammad Rijal Fathoni S.pd I

    WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Sesungguhnya pergantian tahun tidak ada bedanya dengan pergantian bulan dan pergantian hari demi hari. Ia berjalan menuju waktu yang telah Allah tentukan.

    Ia berjalan menuju ketentuan Allah Rabbul ‘Izzati wal Jalalah menuju suatu hari yang Allah tegakkan padanya kiamat, yang Allah perintahkan Israfil untuk meniup sangkakala.

    Disaat itu manusia akan hancur dan mati semuanya. Kemudian Allah bangkitkan untuk dimintai pertanggung jawaban mereka kelak pada hari kiamat di padang mahsyar.

    Tidak ada keistimewaan pergantian tahun dengan pergantian abad ataupun yang lainnya. Sesungguhnya seiring pergantian tahun seharusnya mengingatkan kita kepada kematian.

    Namun mengapa, banyak umat Islam yang ikut bergembira ria dengan merayakan malam tahun baru? Apakah dengan merayakannya itu akan memberikan manfaat untuk agamanya? Apakah dengan merayakan itu akan bisa menambahkan keimanannya? Ataukah dengan merayakannya itu dia akan diridhai oleh Allah Maha Pencipta segala sesuatu? Tidaklah kita berpikir Ya ummat Islam, Apakah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam panutan kita, orang yang paling kita cintai pernah merayakan malam tahun baru, pergantian tahun demi tahun?

    Sesungguhnya dalam merayakan tahun baru banyak mudharat dan bahayanya. Adapun mudharatnya:

    Diantaranya kita termasuk orang-orang yang menyerupai orang-orang kuffar.
    Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
    “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” kata Rasulullah..

    Baca Juga :   Sampah Medis Ditemukan di TPS Banua Anyar, Ratu Sampah: Harus Ditangani Khusus!

    Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

    BERITA LAINNYA

    TERBARU HARI INI