WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Tidak banyak yang mengetahui efek samping menggunakan pemutih. Influencer, dr Tirta melalui akun instagramnya mengedukasi tentang penggunaan krim pemutih.
Dalam postingannya menuliskan berikut
“konotasi kulit putih sebagai simbol kesempurnaan, membuat banyak orang memakai krim pemutih asal, yang penting putih. Demand yang besar terhadap keinginan menjadi “putih” membuat krim pemutih yang penting murmer menjadi tetap dicari.
Warna kulit, ditentutkan oleh genetik dan jumlah melamin.
Secara simple, semakin terpapar matahari, maka melanin semakin banyak, agar efek buruk ultraviolet tidak merusak kulit
Ibaratnya melanin ini benteng pertama kalau kulit terus terpapar sinar ultraviolet
Nah, jadi klo ingin putih, ya yang diutek-utek antara jumlah melanositnya, atau ya sel kulit mati yg numpuk. Itu pun harus obat obat standar bpom, dan sebisa mungkin dibawah pengawasan dokter SpKK
Bedakan “menjadi cerah” ama “menjadi putih”
Kalo sel kulit mati diangkat, rutin bersih2, debu terangkat, kulit gelap pun akan bisa cerah
Efek buruk menggunakan krim pemutih yg berbahaya sudah banyak dijelaskan senior saya dokter SpKK
Krim pemutih yg bahaya, bisa merusak melanosit terlalu banyak, dalam waktu singkat, akibatnya ketika kulit terpapar sinar matahari? Ya langsung bisa brekout, kemerahan, radang, pembesaran pembuluh kapiler
Bahan2 berbahaya, seperti merkuri, hidrokinon, penggunaan vitamin C berlebihan, penggunaan steroid berlebihan







