Sementara untuk parang yang diamankan oleh polisi, kata abu, itu saya sendiri yang meminjamkan kepada MNR, yang digunakan sebagai alat latihan.
“Jadi untuk parang tersebut bukan untuk melakukan kejahatan, tapi dipakai latihan saja,” kata Abu.
Untuk sebab itu, sama seperti orang tuanya, guru silatnya pun tidak percaya kalau MNR terlibat dengan aksi terorisme.
“Ya saya kaget saja dengan kejadian ini. Seandainya hebohnya karena telah mengharumkan nama Kalsel dan juga nama Indonesia di kancah internasional, ya kita sangat senang, tapi ini hebohnya malah karena kejadian yang tidak baik dan dianggap sebagai anggota teroris lagi,” ucap Abu.
“Saat dia mengharumkan nama Kalsel dan Indonesia saja tidak seheboh ini, jangankan heboh, bantuan uang pembinaan saja tidak ada,” lanjut Abu.
Pihak keluarga dan guru silat berharap, agar permasalahan ini bisa segera diurus dengan baik.
“Semoga saja bisa cepat selesailah masalah ini, terlebih lagi kami berharap MNR benar-benar tidak terlibat dengan aksi terorisme. Selain itu juga kami berharap pemerintah baik kota Banjarmasin maupun Kalsel bisa memberikan perhatian lah terhadap MNR, karena ia juga sudah mengharumkan nama daerahnya sendiri,” harap Abu. MNR.
“Selain itu juga, MNR juga harus latihan terus untuk persiapan kejuaran silat di Palembang nanti,” pungkas Abu. (qyu)
Editor: Erna Djedi







