WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kedatangan anggota polisi berpakaian lengkap, di Gang seroja Jalan Simpang Anem, Kecamatan Banjarmasin Barat, menyita perhatian warga, Rabu (22/12/2021) sekitar pukul 09.00 Wita.

Anggota polisi berpakaian hitam-hitam itu, memeriksa sebuah rumah di alamat tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, terduga pelaku teroris berinisial MNR (22), warga setempat, yang merupakan seorang mahasiswa di salah satu PTS di kota Banjarmasin.

MNR juga diketahui kerja sampingan sebagai pengawas pemasangan kabel optik perusahaan telekomunikasi, telah diamankan oleh polisi di lokasi kerja.

Menurut penuturan sang ayah, Nurul Iman, juga terkejut dengan kedatangan para anggota polisi tersebut.

"Saya juga kaget pas dikabari oleh ketua RT, karena saat itu saya sedang ditempat kerja," tutur Iman, saat dijumpai awak media di kediamannya.

Lebih terkejutnya lagi, saat mendengar informasi kalau anak tertuanya si MNR telah diamankan oleh pihak kepolisian ditempat kerjanya.

Baca juga: MNR Terduga Teroris di Simpang Anem Banjarmasin Ternyata Atlet Silat Berprestasi

"Jadi saya sendiri juga kaget dan bingung, setelah mendengar kalau anak saya sudah diamankan. Apa permasalahnnya sampai dia (MNR) diamankan polisi?," ujar pria yang berprofesi sebagai pengangkut besi itu.

Pasalnya, sepengetahuan ayahnya, untuk rutinitas anaknya kebanyakan di rumah dan latihan silat saja kalau tidak sedang bekerja.

"Dia baru saja sebulan lebih kerja sebagai pengawas pemasangan kabel optik telkom. Jadi biasanya dia memang jarang keluar rumah, kalau tidak bekerja dan latihan silat, dia sering dirumah saja bersama adik-adiknya, karena untuk kuliah juga secara online, jadi tidak perlu keluar rumah," papar ayahnya.

"kalau keluar juga paling mencari makan saja," tambahnya

Ia juga mengungkapkan, saat penggeledahan tersebut, pihak polisi telah mengamankan sebuah laptop, sebuah parang, panah mainan dan baju gamis.

"Untuk parangnya itu yg biasa dia pakai latihan silat, bukan untuk berbuat yang tidak baik, sementara kalau untuk panah itu sendiri, hanyalah untuk sebuah mainan saja" ungkap ayahnya.