Hingga sang Raja pun sontak merasa tak percaya apa yang dilihatnya.
Sang Raja memanggil Abu Qasim dan menanyakan perihal kekalahannya. Abu Qasim menjawab, “Aku memang sengaja mengalah demi cintaku terhadap datuknya!”
Pada malam harinya, Abu Qasim bermimpi bertemu dengan Rasulullah, dalam mimpinya Rasulullah mendekap dan mencium Abu Qasim seraya berkata:
“Abu Qasim, lantaran engkau telah menolong cucuku, aku mencintaimu dan Allah pun mencintaimu. Sejak malam ini, Allah angkat derajatmu menjadi golongan para kekasihNya.”
Begitulah awal kisah seorang bernama Abu Qasim yang kemudian dikenal sebagai seorang wali dan sufi kenamaan dengan sebutan Imam Junaid al-Baghdadi .
Semoga kisah ini menambah kecintaan kita kepada Rasulullah dan para ahlu bait keturunan Nabi, dalam satu hadis Nabi disebutkan:
المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
“Seseorang (akan dikumpulkan) bersama orang yang dicintainya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Mas’ud)
Wallahu A’lam. (*)
Editor : Hasby







