Kisah Pegulat Tangguh di Irak Mengalah dengan Keturunan Rasulullah, Buktikan Kecintaannya

Oleh Ustadz Muhammad Rijal Fathoni S.Pd I

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Ada seorang pegulat terkenal dan tangguh yang tak terkalahkan di Irak, namanya Abu Qasim. Tak seorang pun yang dapat mengalahkan Abu Qasim, sehingga ia kesulitan mencari lawan tandingnya.

Suatu hari, sang Raja mengadakan sayembara adu gulat dengan hadiah besar melawan pegulat tangguh, Abu Qasim. Seorang lelaki tua, mendaftarkan dirinya sebagai lawan gulat menantang Abu Qasim.

Pada hari pertandingan, Abu Qasim dengan gagahnya dielukan-elukan oleh pendukungnya. Abu Qasim maju ke arena pertandingan. Sebelum pertandingan, lawan tarungnya berkata:

“Wahai Abu Qasim, aku tahu engkau seorang pegulat tangguh yang tak sembarang orang mudah mengalahkanmu. Tapi kali ini mengalahlah demi keadaanku?”

“Apa maksudmu?” tanya Abu Qasim keheranan.

“Begini, aku adalah seorang dzurriyat (keturunan) Rasulullah. Aku dan keluargaku hidup dalam serba kekurangan, Kami kelaparan. Begitu mendengar ada sayembara yang menjanjikan hadiah besar dari sang Raja, maka aku nekat mengikutinya, sebab keluargaku tertimpa musibah. Aku memohon, agar engkau bersedia mengalah untukku kali ini saja!”.

Mendengar penuturan tulus itu, Abu Qasim terenyuh. Kecintaannya yang besar terhadap Rasulullah pun mengalahkan rasa ego dan reputasi kariernya yang bersinar cemerlang.

“Baiklah, aku akan mengalah, demi cintaku pada datukmu!” sahut Abu Qasim.

Pertandingan dimulai, baru di ronde pertama, Abu Qasim pegulat tangguh itu bertekuk lutut mengalah bahkan menyerah, semua penonton keheranan.
Bagaimana sang pegulat tangguh kalah bertarung dengan lelaki tua yang tampak tak berdaya?

Akhirnya, hadiah itu diserahkan pada seorang Sayyid yang tua itu demi membantu keluarganya yang sedang tertimpa musibah.