“Diminta juga pos pengawas diaktifkan, memasang pagar terutama di lokasi ang rawan dan jauh dari pengawasan. Tidak lupa memasang papan larangan berenang,” jelas dia.
Mengingat permintaan tersebut memang untuk keselamatan dan keamanan pengunjung, kata Abdul Hadi, pihaknya setuju dan akan mematuhi.
Menurut dia, juga diingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan baik bagi pengelola sendiri, pengunjung maupun pedagang.
Masih menurut Abdul Hadi, lokasi tenggelam mahasiswa beberapa waktu yang lalu sebenarnya tidak termasuk lokasi wisata yang pihaknya kelola.
“Meski demikian untuk keamanan dan keselamatan pengunjung, kami tetap akan melaksanakan. Karena itu juga kami meminta agar wisata ini tetap dibuka, kecuali tempat yang lain dibiarkan ditutupi pagar,” katanya. (edj)
Editor: Erna Djedi







