Pelaku Pembacok Sukarman di Mataraman Akhirnya Menyerahkan Diri, Ternyata Ini Motifnya

Diberitakan sebelumnya, Sukarman meninggal dunia saat dalam perjalanan ke RS Ratu Zalecha Martapura, hasil visum oleh dokter di RS Ratu Zalecha Martapura mengalami 9 mata luka.

Luka tersebut yakni di pipi sebelah kiri, luka bagian telinga kanan terpotong, luka bacok bagian belakang kepala, luka bacok lengan tangan kanan sebelah kanan, dua luka bacok dipunggung tangan sebelah kanan, dua luka bacok bagian punggung dan satu luka gores dibagian bahu sebelah kanan.

Korban lainnya, H Arbain (67) kondisi saat ini kritis. Mengalami luka bacok di kaki sebelah kiri (putus) dan luka bacok bagian pipi sebelah kanan. Farhan Aditya (16) mengalami luka bacok di pipi sebelah kanan.

“Kejadian bermula ketika pelapor yang saat itu berada didalam rumah bersama Sukarman mendengar ada suara ribut dirumah H Arbain, selanjutnya Sukarman mendatangi rumah H Arbain. Tidak berapa lama kemudian pelapor melihat Sukarman sudah bersimbah darah karena mengalami luka tebasan di beberapa bagian tubuhnya,” ucap Ari Handoyo.

Pelapor kemudian meminta bantuan warga untuk dibawa kerumah sakit dan setelah dilihat dirumah H Arbain  ternyata, H Arbain juga mengalami penganiayaan serta cucunya yang bernama Farhan Aditya tergeletak didalam rumahnya.

Selanjutnya H Arbain dan Sukarman dibawa ke Rumah Sakit Ratu Zaleha Martapura dan karena mengalami luka yang sangat parah hingga akhirnya Sukarman meninggal dunia dalam perjalanan. Sementara Aditya dibawa ke Rumah Sakit Danau Salak. (ehn)

Editor : Hasby