Dini Hari Berdarah di Gang Serumpun Pelambuan, Polisi Sebut Minim Informasi dan Saksi

“Kebetulan anak saya masih belum tidur saat itu, jadi dia yang mendengar ketokan tersebut, namun karena tidak berani membuka pintu, ia pun membangunkan saya,” ucapnya

“Setelah saya bangun, saya pun coba memeriksa melalui celah gorden, lalu saya melihat ada orang sudah terkapar dihalaman depan pintu rumah saya, dengan kondisi sudah berdarah-darah,” lanjutnya.

Yusran juga mengatakan, saat ia menemukan korban saat itu, korban masih bernafas.

“Korban saat itu masih bernafas, namun tidak bisa berbicara lagi,” katanya.

Melihat hal tersebut, lantas Yusran langsung meminta bantuan kepada warga setempat dan juga kepada penjaga yang sedang bertugas di pos TNI didepan.

Setelah itu, ia pun langsung memanggil pihak keluarganya, yang kebetulan ia kenal dengan si korban.

Tidak lama kemudian, saudara korban pun datang dan langsung membawa korban ke Rumah Sakit TPT, yang tidak jauh dari situ.

Sementara itu, Rujiah (50), ibu korban mengatakan, ia juga tidak tahu dan tidak menduga akan terjadi kejadian seperti ini.

“Saya juga dapat kabar setelah korban sudah berada di RS dan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” tuturnya.

Setelah mendapat kabar tersebut, ibu korban pun bergegas pergi ke RS tersebut, untuk memastikan kabar tersebut.

Sesampainya ibu korban di RS, ternyata memang benar korban tersebut adalah anaknya.

Rujiah juga mengungkapkan, kalau ditubuh korban terdapat 4 buah mata tusukan, yang diduga memebuat korban sampai meninggal dunia.

“Dua luka tusuk dibagian dada sebelah kanan dan juga dua luka tusuk dibagian pinggang,” ungkap ibu korban. (qyu)

Editor: Erna Djedi