Jejak Partai Komunis Indonesia (PKI) di Kalimantan Selatan, Begini Nasib Para Petingginya Sekarang

Beberapa data dibeberkan Amar Hanafiah untuk mendukung argumennya.

Secara rinci. Amar juga menyorot tentang proyek mekanisasi-mekanisasi di lapangan pertanian di Banua yang saat itu mendatangkan sebanyak 200 traktor.

Dia menganggap rencana pemerintah daerah untuk perbaikan nasib kaum tani memang baik tetapi kenyataannya pelaksanaan rencana tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya.

Menurut Yusliani Noor, dosen sejarah lokal dan sejarah Indonesia dari FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Amar mengatakan beberapa kenyataan pahit terkait nasib rakyat, khusus para petani di Kalsel yang harus dihadapi PKI di Banua ini.

CDB PKI Kalsel sendiri mulai melakukan propaganda dan kampanye untuk membangkitkan perlawanan kaum tani.

Amar mengatakan kaum tani di Kalimantan Selatan di bawah pemimpin partai telah melakukan aksi-aksi melawan, berupa aksi kaum tani melawan setoran paksa, perampasan tanah garapan, aksi menuntut bantuan berupa alat-alat pertanian, bibit, racun pembasmi hama, pupuk dan sebagainya.

“Di sebuah desa di Barabai 38 orang tani miskin telah membentuk suatu perkumpulan semacam koperasi produksi, yaitu menyewa sebidang tanah yang mereka garap secara gotong-royong,” ujar Amar kala itu.

Hasilnya mereka jual lalu uangnya mereka gunakan untuk menebus kembali sawah-sawah kaum tani anggota perkumpulan tersebut, yang selama ini tergadai kepada tuan tanah dan lintah darat.

Anggota-anggota perkumpulan yang tadinya mempunyai tanah garapan tersebut boleh mengambil kembali tanahnya dengan jalan menyicil kepada perkumpulan dalam jangka panjang.

Baca Juga :   Polres Tanah Laut Bersih-Bersih Mako Demi Standar Pelayanan Publik

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca