“Asistenku aja yang ke Surabaya,” ujar Uci menirukan perkataan Medina Zein.
“Kalau kakak mau saya kasih harga miring.”
“Datanglah tujuh tas itu. Begitu saya lihat saya syok, karena ada sesuatu yang aneh.”
“Saya gak ngomong itu palsu, tapi beda dengan tas yang saya punya.”
“Saya sudah 15 tahun (koleksi).”
“Saya telepon lagi, beb saya gak bisa terima tas kamu, karena tas kamu beda.”
Ketika ditanya total uang yang diminta, ditotal miliaran rupiah.
“Ada himalaya juga (harga miliaran),” pungkasnya.
(aqu)
Editor: Yayu Fathilal







