Profil Sahbirin Noor dan Muhidin yang Dilantik sebagai Gubernur-Wagub Kalsel Oleh Presiden Hari Ini


WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Sebagiamana telah beredar luas, bahwa hari ini, Rabu (25/8/2021), Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, akan melantik H Sahbirin Noor dan H Muhidin sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan.

Pelantikan yang akan dilaksanakan di Istana Negara sekitar pukul 13.30 WIB tersebut, menjadi puncak dari pelaksanaan demokrasi di Kalsel, yakni Pilkada pada 9 Desember 2020 lalu.

Sosok H Sahbirin Noor sudah tidak asing lagi bagi Banua Kalsel, karena merupakan calon gubernur petahana.

H Sahbirin Noor sebelumnya menjabat Gubernur Kalsek periode 2016-2021 didampingi dengan Wakil Gubernur H Rudy Resnawan.

Pada Pilkada yang digelar serentak 9 Desember 2020, Sahbirin Noor menggandeng pengusaha yang juga Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN), H Muhidin.

Pada kontestasi Pilkada ini, Sahbirin dan Muhidin melawan pasangan H Denny Indrayana yang berpasangan Difriadi Darjat.

Saat itu, Sahbirin dan Muhidin mendapatkan nomor urut 1, didukung oleh enam partai, yaitu Golkar, PDI Perjuangan, PAN, PKB, PKS, dan Nasdem.

Total perolehan partai di kursi DPRD sebanyak 40 dari 55 kursi.

Sedangkan, Denny-Difriadi mendapat nomor urut 2, diusung oleh empat partai, yaitu Gerindra, PPP, Demokrat, dan Hanura. Total suara di legislatif 15 dari 55 kursi.

H Sahbirin Noor SSos MH lahir lahir di Banjarmasin pada 12 November 1967.

Masa kecil hingga dewasa pria yang akrab disapa Paman Birin itu, dihabiskan di kampung kelahirannya, Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalsel.

Sahbirin menamatkan Mandrasah Ibtidaiyah TPI Budi Mulia Sungai Jingah, Banjarmasin, pada 1983.

Keumdian, melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 10 Banjarmasin dan tamat pada tahun 1985.

Selepas SMP, Sahbirin Noor melanjutkan ke SMA Negeri 5, hingga lulus pada tahun 1988.

Selanjutnya mengambil S1 di Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al-Banjary, Banjarmasin, lulus tahun 1995.

Sahbirin Noor kemudian mengambil S2 di Universitas Putra Bangsa, Surabaya, lulus tahun 2005.

Sebelum terjun ke dunia politik, ia memulai kariernya sebagai birokrat di pemerintahan daerah Kalimantan Selatan.

Paman Birin pernah menjabat sebagai Lurah Kelayan Luar dan Pemurus Baru.

Karier di birokrasi itu hingga menjabat Sekretaris Camat Banjarmasin Barat, kemudian mengambil pensiun untuk berkiprah di dunia swasta.