Danrem 101/Antasari Beri Arahan Terkait Penanganan Covid-19 di Kalimantan Selatan

“Mari kita terapkan dengan baik laporan kegiatan di lapangan, ini harus menjadi prioritas kita bersama. Saya menggaris bawahi, bahwa berkaitan OTG yang ada, laksanakan tracing dengan aplikasi Silacak dengan baik. Ini adalah alat yang kita gunakan untuk bekerja,” paparnya.

Lebih lanjut Danrem mengatakan, berkaitan dengan isolasi terpusat, maksimalkan tempat yang dimiliki.

Selanjutnya, ujar Danrem, terkait vaksinasi, TNI-Polri siap membantu vaksinasi.

Khusus untuk para Dandim dan Babinsa, lanjutnya, segera kuasai daerah masing-masing untuk mempersiapkan diri menyerap anggaran bantuan untuk masyarakat dan siapkan datanya.

“Yang menentukan isoman adalah petugas kesehatan yang kompeten di bidang tersebut, dengan doa yang tulus, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT,” tegas Danrem.

Sementara Kapolda Kalsel mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 di Kalsel merupakan buah dari beberapa perayaan yang menimbulkan kerumunan.

“Belakangan ini prokes sudah mulai diabaikan oleh masyarakat, tempat cuci tangan di rumah makan dan tempat keramaian sudah banyak yang rusak tidak terpakai, warga sudah mulai abai menggunakan masker,” katanya.

Selain itu, lanjut Kapolda, imbauan kepada masyarakat untuk sosialisasi 5M 3T sudah mulai menghilang.

“Angka meninggal dunia akibat Covid-19 di Kalsel sempat tertinggi di Indonesia. Operasi yustisi harus masif dilakukan, jika terus seperti ini maka angka Covid-19 Kalsel masih dalam rangking 10 besar di Indonesia,” papar Kapolda.