Atas petunjuk Francis Loh, Andreas berhasil menemukan makam yang berbaur dengan makam orang-orang lain yang beragama Protestan.
Rupanya di Penang, pemakaman orang Protestan dipisah dengan pemakaman orang Katolik.
Makam itu adalah makam Logan bersaudara.
Dia dimakamkan berdampingan dengan saudaranya Abraham yang dimakamkan sesudahnya.
James dan Abraham datang ke Penang pada 1840.
Pada waktu itu James berumur 20 tahun.
Tahun 1842 mereka, yang memang kompak, pindah ke Singapura tetapi kemudian James kembali ke Penang pada 1853.
Sekembalinya di Penang, James membeli dan menyunting koran Penang Gazette, pada tahun 1853.
Sementara itu adiknya yang ada di Singapura mendirikan koran Singapore Free Press.
James meninggal dunia pada 1869.
Kematian James dianggap sebagai kehilangan besar bagi Penang.
Warga Pulau Penang pada waktu itu mendirikan monumen penghormatan untuk jasa-jasanya.
Sifat-sifat James tertera dalam tugu memorial yang mencantumkan karakter mulianya, yakni temperance (kesederhanaan), justice (keadilan), fortitude (tabah, ulet) dan wisdom (bijak). (brs/berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal





