WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Berpulangnya ke Rahmatullah istri pertama KH Zaini Ahmad Ghani atau Abah Guru Sekumpul tidak hanya menjadi perhatian publik Kalimantan Selatan, bahkan luar Kalsel.
Tak ayal, hal ini menimbulkan keingintahuan khalayak terhadap sosok mendiang Hj Juwairiyah binti H Sulaiman, istri Guru Sekumpul yang wafat Senin (2/8) kemarin.
Namun, demi menjaga marwah mendiang Hj Juwairiyah, yang diketahui memang tidak suka tampil di depan publik, keluarga dalam hal ini melalui pihak Mushala Arraudah Sekumpul menyampaikan dua imbauan penting, terutama kepada para muhibbin Abah Guru Sekumpul.
Pertama, dilarang memasang foto ataupun video almarhumah istri Abag Guru di media sosial manapun, karena almarhumah sangat menyembunyikan dri dari yang bukan mahrom, dan Abah Guru pun semasa hidup tidak pernah menampaikan (menunjukkan) istri beliau ke depan khalayak umum.
Kedua, kirimi doa dan tahlil cukup dari rumah saja, tidak perlu datang ke Kompleks Sekumpul, karena kondisi lagi pandemi dan masa pemberlakuan PPKM di Kabupaten Banjar sebagai ikhtiar menekan penyebaran Covid-19 agar cepat selesai dari banua ini sehingga nantinya bisa kembali melaksanakan haulan.
Pihak Mushala Arraudhah juga mengimbau untuk kegiatan atau aktivitas di dalam regol sebaiknya tidak usah dishare (dibagikan) di grup, diposting di sosial media, apalagi live streaming.
Dalam konsisi pandemi saat ini, kegiatan kerumuman adalah hal yang dilarang dan jangan sampai beredarnya video justru menimbulkan fitnah dari orang luar.

