"Saya merasa seolah-olah saya mengecewakan rekan-rekan satu tim saya. Saya merasa seolah-olah saya mengecewakan semua orang.

"Penalti adalah satu-satunya yang diminta kepada saya untuk kontribusi kepada tim. Saya bisa mencetak penalti dalam tidur saya jadi mengapa tidak yang itu? Semuanya sudah menggelayuti pikiran saya berulang kali sejak saya menendang bola dan mungkin tak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana rasanya."

Inggris mengincar trofi besar pertama mereka sejak mengangkat Piala Dunia di Wembley pada 1966 tetapi kalah dalam adu penalti setelah pertandingan berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu.

"Final. 55 tahun. 1 penalti. Sejarah. Yang bisa saya katakan hanyalah minta maaf. Saya tadinya berharap segalanya berjalan lain," sambung Rahsford.

Dia juga menyanjung rekan-rekan satu timnasnya. "Musim panas ini telah menjadi salah satu kamp terbaik yang saya alami dan Anda semua telah memainkan peran di dalamnya." (ant)

Editor: Erna Djedi