WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Pemerintah melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalsel fokus mendukung pengembangan UMKM agar lebih berdaya saing tingkat regional, nasional maupun global. Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Selatan pun memetakan industri unggulan daerah untuk didorong dan dikembangkan menjadi industri yang lebih maju dan mampu menyerap tenaga kerja lebih luas.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Pemprov Kalsel Gustafa Yandi di Banjarmasin Senin mengatakan, guna mewujudkan hal tersebut, Pemprov Kalsel telah menjalin kerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kalsel dan BNI.
“Saat ini pemerintah banyak menaruh harapan terhadap UMKM untuk memutar roda perekonomian di masa pandemi, sehingga pemerintah pusat hingga daerah fokus mendukung upaya pengembangannya,” katanya.
Khusus Kalsel, kata dia, berdasarkan data terakhir dari Dinas Koperasi dan UMKM terdapat sekitar 500 ribu UMKM yang tersebar di 13 kabupaten dan kota.
Dari 500 ribu UMKM tersebut, 90 persen merupakan industri mikro dan selebihnya adalah usaha kecil dan menengah.
Sesuai kewenangan, untuk pembinaan usaha mikro berada di wilayah pemerintah kabupaten dan kota, sedangkan untuk usaha kecil dan menengah kewenangan pemerintah provinsi.
Dari 90 persen usaha mikro tersebut, didominasi oleh sektor pertanian dalam arti luas, yaitu perkebunan, perikanan, peternakan, hortikultura dan sisanya adalah kuliner dan fashion.
“Karena UMKM Kalsel didominasi oleh sektor pertanian dalam arti luas, maka fokus pembinaan pemerintah pada sektor dominasi tersebut, dengan tidak mengabaikan sektor lainnya,” katanya.
Persoalannya adalah, sektor mikro yang menjadi dominasi UMKM Kalsel adalah menjadi kewenangan kabupaten dan kota, sementara dana pemerintah daerah tentu sangat terbatas bila dibanding dengan jumlah usaha mikro di daerahnya.
Sehingga, tambah dia, Pemprov Kalsel harus mengambil peran dalam upaya pengembangan tersebut, dengan cara melakukan sinergi, koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, untuk mendukung usaha-usaha potensial, sehingga bisa lebih berkembang.
Pemprov tambah dia, bersama dengan ULM siap membantu upaya pengembangan industri mikro yang telah maju menjadi lebih baik.
“Jadi industri yang potensial akan kita bantu dengan mamasukkan ke inkubasi ULM, agar sebelum dipasarkan sudah memenuhi persyaratan pemasaran, baik dari segi varian produksi, kemasan, dan izin. Sedangkan pembiayaan akan didukung oleh BNI,” katanya.
Sedangkan untuk permodalan, tambah dia, juga akan didukung BNI melalui program kredit usaha rakyat (KUR) 2021 yang juga cukup besar nilainya.
Selain dengan BNI, sebelumnya Pemprov Kalsel juga menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia Kalsel dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk bersinergi mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Dinas Koperasi dan UKM Kalsel Petakan Industri Unggulan Daerah
Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com
