“Terutama untuk olahan Ikan Gabus berupa Albumin bisa dijual di Apotek, mini market karena khasiat minyak Ikan Gabus sangat baik untuk kesehatan dan mempercepat penyembuhan luka bekas operasi dan sebagainya,” terang Anisah.
Anisah mengatakan, melihat nilai jual Albumin yang cukup tinggi dipasaran, maka diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan warga di Kecamatan Paminggir khususnya.
“Menurut informasi, 10 mililiter Albumin bisa dijual seharga Rp1000.000 ,” kata Anisah.
Menurut Dewi instruktur pelatih dari Unlam, produksi Albumin di Kalsel kebanyakan masih didatangkan dari Pulau Jawa. Kabupaten HSU bisa menjadi penghasil Albumin untuk Kalsel
“Dengan memanfaatkan potensi perikanan Ikan Gabus di Paminggir yang melimpah diharapkan Kabupaten HSU nantinya menjadi pusat penghasil Albumin di Kalimantan Selatan,” katanya.
Dewi menjelaskan sangat banyak manfaat mengkonsumsi Ikan Gabus.dan produk olahannya, secara umum bisa meningkat imunitas tubuh melawan penyakit, termasuk Virus Corona yang saat ini tengah mewabah.
Selain itu juga mengatasi gizi kurang atau gizi buruk pada anak direkomendasikan mengkonsumsi ekstrak Albumin atau minyak Ikan.
“Juga bagus sekali dikonsumsi Ibu hamil dan menyusui untuk menjaga kesehatan, termasuk manfaatkan untuk mempercepat penyembuhan luka pasien pasca operasi,” katanya.
Sebanyak 20 peserta dari Sungai Namang Kecamatan Danau Panggang, Desa Palbatu, Bararawa dan Tampakang Kecamatan Paminggir selama dua hari mengikuti pelatihan pengolahan daging Ikan Gabus di Aula Desa Pal Batu sejak 29 Juni.
Acara penutupan oleh Ketua Dekranasda turut dihadiri Kabid Perindustrian, perwakilan Badan Restorasi Gambut dan Plt Kepala Dinas Perikanan. (ant)
Editor: Erna Djedi







