Dikatakannya, waktu itu penanganan kasus tersebut Dinkes Tapin melaksanakan penyelidikan epedimeologi langsung bersama sama dengan perwakilan Kemenkes (surveilance), Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru, beserta aliansi Puskesmas melakukan pengambilan sampel bagi kontak erat.
“Waktu itu kurang lebih ada 40 sampel, semuanya kontak erat dengan kasus B117, kita kirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementrian Kesehatan RI, alhamdulillah hasilnya negatif semua,” jelasnya.
Terkait masih disebutkannya Tapin oleh Kemenkes, dikatakannya mungkin karena data masih terekam jadi masih tercatat B117 masih ada di Tapin. .
“Alhamdulillah kontak eratnya hasil PE tidak ditemukan lagi kasus tersebut, dari sampel yang diperiksa itu. Dinkes Tapin pastikan sampai saat ini tidak ada lagi penambahan kasus baru untuk COVID-19 varian B117,” jelasnya. (ant)
Editor: Erna.Djedi







