“Mereka berusaha untuk memberikan dukungan yang penting, dengan menyediakan sejumlah besar dosis (vaksin) sementara pada saat yang sama juga mencoba melayani penduduk China,” ujar Aylward.
Sebelumnya, WHO telah memberikan persetujuan darurat untuk vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, Johnson & Johnson dan Moderna.
Penyimpanan Mudah
Keputusan untuk menyetujui vaksin Sinopharm diambil oleh kelompok penasihat teknis WHO yang bertemu sejak 26 April 2021 untuk meninjau data klinis terbaru dan praktik manufaktur.
“Persyaratan penyimpanannya yang mudah membuatnya sangat cocok untuk pengaturan sumber daya rendah,” demikian pernyataan WHO.
Tedros mengatakan setelah persetujuan tersebut, Kelompok Penasihat Strategis Ahli (SAGE) telah merekomendasikan orang dewasa di atas 18 tahun menerima dua dosis vaksin Sinopharm.
Berdasarkan semua bukti yang tersedia, WHO merekomendasikan vaksin bagi orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dalam dua dosis dengan jarak jadwal pemberian tiga hingga empat minggu.
Vaksin itu, yang dikembangkan oleh Beijing Biological Products Institute yang merupakan unit anak perusahaan Sinopharm China National Biotec Group, diperkirakan memiliki kemanjuran 79 persen untuk semua kelompok umur.
“Informasi yang kami miliki untuk penggunaan pada orang di atas 60 tahun masih sangat langka. Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa vaksin akan berpengaruh berbeda pada kelompok usia yang lebih tua ini,” kata ketua panel SAGE, Alejandro Craviato.







