Pada acara itu BLACKPINK menerima ucapan selamat dari Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, atas keberhasilan mereka membuat video kampanye untuk meningkatkan kesadaran generasi muda dalam mengatasi perubahan iklim.
“This is our planet. This is our future. Climate change affects us all,” kata Lisa pada video tersebut.
“Saat ini BLACKPINK adalah salah satu artis global yang digemari oleh semua khalayak. Dari yang muda sampai yang tua, semua mengenal BLACKPINK. Terpilihnya mereka sebagai Duta Iklim merupakan merupakan langkah bagi mereka sendiri dan juga bagi Blink (penggemar BLACKPINK) untuk bersama-sama menjaga bumi,” kata Blink Official Indonesia.
Pada dasarnya BLACKPINK memang memiliki perhatian khusus terhadap lingkungan.
Mereka kerap memberi bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam.
Misalnya, pada 2019 mereka mendonasikan 40 juta won untuk korban kebakaran hutan di Provinsi Gangwon, salah satu kebakaran terbesar di Korea Selatan.
Pada 2020, Rose juga mengajak penggemarnya untuk berdonasi bagi satwa liar yang menjadi korban kebakaran hutan di Australia.
Nurul bercerita, 16 klub penggemar K-pop di Indonesia juga menggalang dana untuk masyarakat yang terdampak banjir besar di Kalimantan Selatan dan gempa di Sulawesi Barat.
Dana yang terkumpul mencapai hampir USD 100.0000 atau Rp 1 miliar.

Mamamoo
Dalam video klip lagu Hip, grup ini menampilkan adegan climate strike, sambil membawa poster yang isinya menuntut tindakan nyata bagi bumi.
Melalui cuplikan tersebut, MooMoos (penggemar Mamamoo) merasa bangga bahwa Mamamoo menjadi idol pertama yang ikut menyuarakan deklarasi darurat iklim melalui video klip.
Menurut Nurul, salah satu cara untuk meningkatkan kepedulian adalah melalui karya, termasuk lagu dan video klip.
Hal ini dapat menjadi kampanye yang sukses, karena penggemar sering kali mendukung idolanya dengan menyebarkan karya mereka.
Jika idol mengangkat isu tertentu, seperti isu lingkungan, melalui karyanya, ada kemungkinan jangkauan dalam meningkatkan kepedulian akan semakin besar.
“Cuplikan yang hanya sepersekian detik tersebut mungkin belum memberikan dampak yang besar, misalnya melahirkan aksi nyata dari penggemar. Namun, hal ini cukup memancing penggemar untuk memulai pembicaraan terkait darurat iklim,” pungkasnya. (ant)
Editor: Yayu Fathilal







