Nutrisionis Rita Ramayulis mengatakan ada tiga waktu pilihan olahraga saat puasa dengan plus minus tersendiri.
Seseorang bisa berolahraga pada pagi hari ketika energi masih tinggi dengan intensitas yang lebih berat.
Namun, berolahraga pada pagi hari memiliki risiko dehidrasi terlalu lama karena waktu berbuka puasa masih berjam-jam lagi.
Individu juga bisa memilih seperti Fatin yang berolahraga jelang buka puasa.
Minusnya, tenaga sudah mulai berkurang karena berpuasa seharian sehingga olahraga intensitas berat sulit dilakukan, tetapi cairan yang keluar bisa cepat digantikan karena jeda buka puasa tidak terlalu lama.
Pilihan terakhir adalah buka puasa pada malam hari sesudah berbuka puasa.
Energi yang ada masih maksimal karena “bahan bakar” telah terisi, tapi pemilihan jam yang tidak tepat justru bisa membuat tubuh merasa segar dan jam tidur terganggu. (ant)
Editor: Erna Djedi







