Gudang Logistik Bantuan Korban Banjir HST Dijebol, Dinsos Pastikan Tak Ada Barang Hilang

Sedangkan dari awal, Tamami sudah menyampaikan bahwa tidak ada pengamanan di Stadion Murakata dan itu sudah disampaikan langsung ke pihak Dinsos HST.

“Antara Dinsos HST dan Disporapar HST sudah ada komunikasi soal pengamanan stadion dan hasilnya pengamanan sepenuhnya ada di bawah Dinsos HST memalui Tim Tagana HST,” kata Tamami.

Dari penelusuran ANTARA di Stadion Murakata, memang ada dua gudang yang pintunya dirusak orang tidak dikenal.

Pertama adalah gudang yang sebelumnya digunakan Dinsos untuk menyimpan beras logistik untuk para korban bencana banjir dan gudang kedua yang rusak pintunya adalah tempat menyimpan berbagai logistik dan perabotan bantuan seperti gula, beras 5 kg, panci, ember dan tabung gas yang memang belum dibagikan oleh pihak Dinsos.

Hardianto beranggapan bahwa, kemungkinan karena tidak ada barang yang berharga, setelah menjebol pintu logistik, orang yang tidak dikenal itu meninggalkan gudang tanpa membawa barang logistik.

Pada hari Kamis (25/3) sekitar pukul 10.00 wita, pihak ANTARA juga datang ke lokasi Stadion dan berbincang-bincang dengan pihak Tagana yang saat itu memindahkan barang.

Mereka menyatakan bahwa memang ada barang logistik yang hilang, namun tidak ada satu pun yang tahu jumlahnya berapa.

Namun, sehari kemudian, ternyata Hardianto kembali berstatmen di salah satu media bahwa tidak ada barang yang hilang, padahal pada Kamis (25/3) ia juga sempat berkomentar memang ada barang yang hilang di stadion Murakata.

Tidak sampai disitu, setelah pihak ANTARA meminta keterangan dari Tagana terkait masalah itu, namun pihaknya enggan berkomentar dan memberikan keterangan lagi.

Melihat dua statmen yang berbeda tersebut, membuat publik bertanya-tanya siapa yang benar.

Karena, setelah berita yang diterbitkan oleh salah satu media pada Kamis (25/3), Dinsos HST di bully habis-habisan oleh nitezen di media sosial dan mempertanyakan kenapa logistik masih ada dan tidak dibagikan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir.

Setelah Hardianto berstatmen tidak ada barang yang hilang, maka seakan-akan media sebelumnya yang memberitakan tentang adanya kehilangan adalah hoax padahal fakta awalnya Dia menyatakan memang ada barang logistik yang hilang dan itu diperkuat dengan jebolnya dua pintu ruangan logistik. (ant)

Editor: Erna Djedi