WARTABANJAR.COM, BATULICIN - Hasil dari setiap proyek dan pembangunan infrastruktur yang dikerjakan di Tanah Bumbu diharapkan benar-benar memenuhi standar dan kriteria yang diterapkan, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu dapat lebih memainkan peranannya dalam turut mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat

Diungkapkan Bupati Tanah Bumbu, HM Zairullah Azhar dalam sambutan yang dibacakan oleh Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Rahmat pada Bimbingan Teknis Ahli Manajemen Konstruksi, bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (08/03/2021).

Lebih lanjut H Rahmat mengatakan, Pemkab Tanah Bumbu menyambut baik dan sangat mengapresiasi dilaksanakan nya Bimbingan Teknis Ahli Manajemen Konstruksi di Kabupaten Tanah Bumbu. Bertujuan untuk menimplementasikan Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

Salah satu aspek terpenting dalam Undang-Undang tersebut ialah mewujudkan yang berfungsi sebagai pendukung atas prasarana aktivitas ekonomi kemasyarakatan guna menunjang terwujudnya pembangunan nasional.

“Disinilah sangat penting peran Manajemen Konstruksi, dimana manajemen nerupakan modal bisnis yang dilakukan oleh konsultan konstruksi dalam memberikan konsultasi teknis konstruksi dan bantuan dalam sebuah proyek pembangunan, dimana pemberian konsultasi dan bantuan ini akan sangat berguna bagi proses pembangunan infrastruktur dilapangan nantinya,” katanya.

Sebab menurutnya, untuk menghasilkan produk infrastruktur yang berkualitas dalam menunjang perekonomian masyarakat diperlukan adanya proses konstruksi dengan sumberdaya efektif dan efisien yang akan terlaksana dengan bantuan dan perencanaan yang tepat akan terarah dari ahli manajemen Konstruksi.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tanah Bumbu bekerjasama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin mengadakan bimbingan teknis tersebut.

Panitia pelaksana dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin, Normilayani mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan selama tiga hari yaitu dari tanggal 8 – 10 Maret 2021.

“Maksud dan tujuan kegiatan tersebut agat para ahli manajemen konstruksi mampu memahami dan mampu menjelaskan pengantar ilmu manajemen dan Jasa Konstruksi di Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, tujuan kegiatan juga untuk menerapkan, mencanangkan, menambahkan, membuat, meninjau, dan melaksanakan serta menyelesaikan memiliki pelaksanaan pekerjaan berdasarkan ilmu manajemen konstruksi.