Dua Bulan Pascabanjir, Sungai Barabai Masih Keruh, Warga Memilih Mandi dan Mencuci di Sumur Bor

“Diperkirakan dua bulan lebih air sungai Barabai ini baru bisa jernih lagi,” katanya.

Di lain pihak, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten HST, Supranoto menjelaskan berbagai upaya telah dilakukan pihaknya pascabanjir 14 Januari 2021 yang lalu.

Diantaranya adalah melakukan pembersihan sungai dari sampah material banjir dan melakukan normalisasi di titik-titik tertentu sungai yang terkena longsor.

“Kondisi sungai yang masih keruh ini juga disebabkan karena di beberapa titik di hulu sungai masih ada longsor di badan sungai dan tebing khususnya di wilayah atas pegunungan. Kami pun terus melakukan inventarisir dan normalisasi memindahkan sisa longsor itu,” katanya.

Ia juga menyatakan masih kesulitan menempuh medan dan membawa alat berat ke daerah atas itu.

“Dan kita belum tau apakah tumpukan tanah longsor itu bisa diangkat secara manual memakai tenaga manusia atau menggunakan alat berat.

Kalau kubikasinya besar kita harus membawa alat berat sedangkan akses kesana sulit, karena daerah pegunungan,” katanya.

Menurutnya lagi, kubikasi longsor tersebut pun pihaknya belum mengetahui berapa jumlahnya.

Jadi belum bisa menentukan upaya pengerukan secara manual atau menggunakan alat berat.

Sebelumnya, untuk mengangkut sampah atau raba yang masih menutupi sungai seperti di Daerah Desa Aluan Besar sampai Munti Raya Barabai yang panjangnya lebih satu kilo meter itu pihaknya melakukan pembersihan secara manual dan menggunakan alat berat yang dipinjamkan oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III.

Noto menyatakan sudah melakukan inventarisasi dampak kerusakan khususnya di bidang SDA.

“Datanya sudah kita sampaikan baik ke Pemprov Kalsel maupun pusat. Kami berharap HST dapat anggaran bantuan untuk perbaikan,” kata Noto.

Kerugian di bidang SDA termasuk kerusakan bendungan, saluran irigasi dan lain-lainnya dikatakan Dia mencapai Rp 28 hingga 30 miliar.

“Namun alhamdulillah, Tahun 2021 ini ada rencana normalisasi sungai Barabai khususnya di kanal banjir yang akan dilakukam oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III,” tuntasnya. (ant)



Baca Juga :   Misteri di Selat Komodo! Interpol Lacak Sinyal Ponsel Pelatih Valencia CF Usai Kapal Pinisi Putri Sakinah Tenggelam

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca