38 Orang Tewas Saat Demonstrasi Kudeta Militer, AS Desak Militer Myanmar Bebaskan Wartawan yang Meliput

WARTABANJAR.COM, MYANMAR-Amerika Serikat pada Rabu (3/3/2021) mendesak otoritas militer di Myanmar agar membebaskan wartawan Associated Press (AP) dan lima anggota media lainnya yang ditangkap saat meliput demonstrasi menentang kudeta militer.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Ned Price mengaku dirinya “syok dan muak” dengan laporan dan tayangan penindakan keras terhadap demonstran.

Pasukan keamanan Myanmar telah menewaskan sedikitnya 38 orang pada Rabu (3/3/2021).

Thein Zaw (32), wartawan Myanmar untuk kantor berita Associated Press, merupakan satu dari enam wartawan yang ditangkap selama meliput demonstrasi.

Mereka dituduh melanggar hukum ketertiban umum, menurut pengacaranya.

“Kami sangat prihatin dengan meningkatnya serangan dan penangkapan wartawan,” kata Price.