Menteri Kesehatan Brunei Darussalam Pastikan Tak Ada Penyebaran Varian Baru Covid-19 di Negaranya

Kondisi Kota Wuhan, China, pada Januari lalu. (gettty images)
WUHAN, CHINA – JANUARY 22: An ambulance responds to a sick person on January 22, 2020 in Wuhan, China. The cause of the person’s illness is as of yet unknown. A new infectious coronavirus known as “2019-nCoV” was discovered in Wuhan as the number of cases rose to over 400 in mainland China. Health officials stepped up efforts to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts confirmed can be passed from human to human. Cases have been reported in other countries including the United States, Thailand, Japan, Taiwan, and South Korea. (Photo by Getty Images)

Vaksin apa pun yang digunakan harus menjalani proses penelitian resmi yang diberlakukan oleh Otoritas Kontrol Obat Brunei Darussalam (BDMCA). Dalam pengadaan vaksin, Kemenkes juga mempersiapkan prioritas dan strategi penyebaran nasional, setelah vaksin COVID-19 yang aman dan efektif tersedia untuk digunakan.

Sebuah komite teknis telah dibentuk untuk mengembangkan dan menerapkan Strategi Vaksinasi Nasional. Karena pasokan vaksin global yang terbatas, distribusi akan dilakukan secara bertahap, dan prioritas akan diberikan kepada individu yang berisiko tinggi terlebih dahulu.

Saat program vaksinasi ini dilaksanakan, setiap individu dapat berperan dengan mendapatkan vaksinasi. Ini akan memastikan perlindungan mereka dan orang yang mereka cintai, serta komunitas yang lebih luas, dari COVID-19.

Tentang efektivitas vaksin COVID-19 dalam mengatasi ketegangan baru, Dato Seri Setia Dr Haji Mohd Isham berkata, “Saat ini, vaksin masih akan efektif melawan ketegangan baru,” katanya. Dia menambahkan bahwa Brunei akan berharap untuk menerima vaksin pada kuartal kedua tahun depan, tetapi ini belum dikonfirmasi. (brs)

Editor: Yayu Fathilal