H Adam Wiradhana awalnya merasa empati terhadap warung-warung tradisional seiring kerasnya persaingan dengan minimarket retail modern raksasa yang sudah merambah ke pemukiman bahkan perkampungan. Kondisi inilah membuatnya termotivasi untuk menjadikan warung tradisional menjadi modern dengan berbasis koperasi.
Pria yang akrab disapa Adam ini melihat, harus ada sesuatu teknologi dan business model yang bisa mengangkat warung tradisional untuk menghadapi kondisi revolusi industri 4.0 ini, ditambah dengan situasi era new normal. Akhirnya tercetuslah startup Warko yang berbasiskan koperasi.
Menurut pria Kelahiran Banjarmasin, 6 Juni 1984 itu memiliki ide membangun startup Warko yang berbasiskan koperasi, mengingat semangat demokrasi ekonomi yang ada di jiwa koperasi. (has)
Editor : Hasby







