Ustadz Muhammad Rijal Fathoni, S.Pd.I
Secara bahasa Taubat berasal dari kata Tawaba yang artinya kembali atau berpaling dari segala dosa. Taubat merupakan anak tangga pertama untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Seseorang dikatakan bertaubat jika dia kembali kepada Allah Azza Wa Jalla serta melepaskan diri dari belenggu dosa. Diantara doa yang paling disukai oleh Allah swt. Ialah Sebagai mana banyak disebutkan di dalam Al Qur’an:
“Mereka berdoa ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. ya Tuhan kami sungguh engkau maha penyantun lagi maha penyayang. (Q.S Al Hasyr 10)”
“Ya Tuhan kami, kami telah meaniaya diri kami sendiri dan jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami niscaya pastilah kami termasuk orang-orang merugi” (Q.S Al A’raf 23)
“Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami beserta orang-orang berbakti” (Q.S Ali Imran 193)”
Dari ayat-ayat tadi jelas bahwasanya doa yang paling disukai Allah ialah doa meminta ampun kepada Allah, karena awal-awal langkah seorang hamba yang ingin mendekatkan diri kepada Allah ialah dengan jalan bertaubat.
Dalam menempuh perjalanan hidup, tidak jarang seseorang berbuat kesalahan dan dosa, baik disengaja maupun tidak disengaja, yang akhirnya menggerakan hati untuk memohon ampunan kepada Allah swt. Firman Allah swt. Dalam surah Al Maidah ayat 39 :
“Maka Barangsiapa bertaubat sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, Maka Sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S Al Maidah 39)
Dari ayat tadi jelas bahwasanya barang siapa yang mau bertaubat kepada Allah dan membuktikan taubatnya itu dengan suka menghadiri majelis zikir dan Ta’lim, dan berteman dengan orang-orang yang baik, serta tidak mengulangi perbuatan buruknya lagi, maka Allah akan mengampuni dosa hamba tersebut meskipun dosanya sebanyak bintang di langit, sebanyak pasir di pantai, atau pun sebanyak buih di lautan. Kenapa ? karena Allah bernama Al Ghofur artinya Maha Pengampun, dan apabila Allah mengampuni, maka sambungan ayattadi Rahim artinya penyanyang, artinya Allah akan menyayangi kembali hamba tersebut.
Disebutkan bahwasanya ada beberapa Syarat dari pada Taubat terse







