WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Memasuki masa Nataru atau Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM dan LPG di Kalimantan Selatan (Kalsel) aman, masih terpenuhi atau cukup. Hal tersebut diungkapkan oleh Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Alexander Susilo kepada awak media dalam konferensi pers di sebuah hotel di Kota Banjarmasin, Rabu (20/12/2023) siang. Alexander mengungkapkan, untuk menjaga ketersediaan BBM dan LGP di lapangan, pihaknya mengaktifkan Posko Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru). “Posko ini sudah mulai berlangsung dari tanggal 15 Desember 2023 hingga 7 Januari 2024 mendatang,” ungkapnya. Lebih lanjut, paparnya, tahun ini akan ada peningkatan konsumsi BBM jenis gasoline (Pertamax Turbo, Pertamax dan Pertalite) hingga 3,9%, gasoil (Dex Series dan Biosolar) sebanyak 1,1%, LPG 4,6% dan Avtur 0,9% dari rata-rata normal harian di wilayah Kalimantan. “Untuk Provinsi Kalimantan Selatan, estimasi peningkatan BBM jenis gasoline mencapai 2,4%, dari 1.880 KL menjadi 1.926 KL, gasoil sebesar 1,0%, dari 797 KL menjadi 805 KL, LPG 4,5% dari 406 MT menjadi 424 MT dan Avtur sebesar 7,5% dari 93 KL menjadi 100 KL dari rata-rata harian normal,” paparnya lagi. Khusus di beberapa wilayah jalur potensial, yaitu tol, wisata, logistik, khususnya di Kalsel, Pertamina juga akan menyiagakan SPBU untuk beroperasi selama 24 jam penuh. “Di Kalsel itu ada 31 SPBU yang siaga beroperasi selama 24 jam dan telah dilakukan build up stok sejak H-7, serta Pertamina juga menyiagakan sebanyak 199 Agen LPG di seluruh wilayah Kalimantan,” ujar Alex. Sementara untuk kuota dan stok BBM dan LPG serta Avtur di seluruh Kalimantan, tutur Alex, dalam kondisi yang aman, dan Patra Niaga akan terus mengoptimalkan penyediaan stok tersebut. "Kami berharap masyarakat tidak perlu panik akan kondisi stok BBM serta LPG. Di beberapa daerah di Kalimantan memang kerap terjadi keterlambatan pasokan bukan karena masalah kuota tapi lebih ke arah teknis. Contoh dari kendala teknis adalah distribusi saat di laut karena cuaca kurang baik sehingga butuh waktu tambahan untuk sandar atau distribusi darat yaitu mobil tangki yang menempuh jarak cukup jauh dengan kondisi jalan yang beragam," tuturnya. Dukungan dari instansi dan aparat pemerintah diperlukan untuk memperlancar distribusi BBM, oleh sebab itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan kepolisian terkait langkah pengamanan terhadap pelaksanaan pendistribusian BBM terutama pada titik yang dapat mengakibatkan kemacetan. Tidak hanya kepolisian, koordinasi juga dilakukan DLLJAR dan Badan Geologi untuk antisipasi kendala daerah rawan macet dan longsor, perbaikan jalan, area keluar/masuk lokasi Fuel Terminal, serta Bank persepsi untuk memperlancar proses keuangan khusunya di saat hari libur. “Dalam pelaksanaan satgas nataru selaian berkoordinasi internal baik Tim Holding maupun Subholding, Pertamina selalu berkoordinasi dengan instansi terkait meliputi Kementerian ESDM, Kementrian Perhubungan, BPH Migas, Kepolisian, Jasa Marga, TNI dan PT Telkom Indonesia,” ucapnya. Sebagai sub holding commercial & trading dari PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga tentunya akan terus berkomitmen memastikan kelancaran distribusi energi kepada masyarakat. Bagi konsumen atau masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait proses bisnis Pertamina Patra Niaga termasuk yang terkait dengan kegiatan Satgas Nataru dapat menghubungi kontak Pertamina 135 atau melalui aplikasi MyPertamina. “Kami berharap dengan adanya posko satgas ini kepastian penyaluran dan kesiapan stok BBM serta LPG serta Avtur dapat dioptimalkan dengan baik. Bagi masyarakat atau konsumen yang membutuhkan informasi ketersediaan stok ataupun memberikan masukan serta saran dapat menghubungi kontak Pertamina 135 atau melalui aplikasi MyPertamina,” katanya. Oleh sebab itu, sambungnya, masyaraka tidak perlu khawatir terkait kondisi selama masa Nataru, karena stok BBM dapat dipastikan mencukupi. Bahkan, lanjut Alex, selama masa satgas Nataru ini, pihaknya juga menyediakan layanan pengiriman BBM, sehingga dapat membantu masyarakat yang kehabisan di jalan. “Jadi masyarakat bisa menghubungi ke nomor 135, jadi nanti pihak kami yang akan berkoordinasi dengan SPBU terdekat untuk mengantarkan BBM nya, dan ini berlaku untuk di kawasan Banjarmasin Banjarbaru, dan itu tidak dikenakan biaya ongkos kirim,” pungkasnya. (Iqnatius) Editor: Yayu