WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Tamara Bleszynski kecewa dan kesal aset warisan ayahnya berupa sebuah hotel di kawasan Cipanas, Jawa Barat, dijadikan jaminan utang pada 2020 silam.
Dalam unggahannya di Instagram, Tamara mengaku menderita terhadap ketidakadilan yang ia alami itu.
Bahkan, Tamara Bleszynski juga mendoakan agar sifat tiga orang yang membuat warisan ayahnya menjadi jaminan utang berubah.
“19 tahun…aku menderita karena ketidak adilan yg kualami. Selama 19 tahun aku sabar dan ditiap doa dan sujudku aku masih mendoakan mereka: Agar org2 itu sadar dan akan berubah, menjadi manusia yg baik.” tutur Tamara di Instagram.
Namun, sampai Tamara melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian, tidak ada itikad baik yang dilakukan oleh tiga orang yang dilaporkannya itu.
“Tapi tdk jg ada Iktikad baik dr mereka. Mungkin mereka terlena akan harta2 yg sebenarnya bukan milik mereka seutuhnya. Mungkin mereka lupa….bahwa semua harta didunia ini adalah kekal milikNya.” tambahnya.
Tamara juga berharap diberikan umur panjang untuk menyelesaikan masalah yang menimpanya dan keluarga besarnya itu.
“Segala cara dan upaya sdh kucoba. Mudah2an aku masih diberi umur panjang agar aku bisa menyelesaikan masalah ini.” tegasnya.
Menutup unggahannya itu, Tamara berharap kelak nanti setelah ia meninggal dunia tidak meninggalkan masalah namun hanya cinta kasih kepada anak-anaknya.
“Anak2ku sayang…semoga ketika mama wafat nanti, bukan masalah yg mama wariskan…tapi cinta kasih dan kebahagiaan. ~ Ibumu, Tamara Bleszynski” tutupnya.

