WARTABANJAR.COM, NABIRE – Aksi heroik dan keputusan cepat dilakukan pilot Pesawat Smart Air Cessna Grand Caravan tipe C208B dengan nomor registrasi PK-SNS, yang melakukan pendaratan darurat di Pantai Kaladiri, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Keputusan berani tersebut menuai pujian luas karena seluruh penumpang dan awak pesawat berhasil selamat.
Pesawat yang rencananya terbang menuju Kabupaten Kaimana, Papua Barat, membawa 11 penumpang dan 2 kru. Namun, pesawat terpaksa mendarat darurat di perairan sekitar pantai, hanya sekitar 3 kilometer dari Bandara Douw Aturure Nabire.
Keputusan pilot mendaratkan pesawat di air menjadi momen langka dalam dunia penerbangan Indonesia.
Gangguan Mesin Picu Pendaratan Darurat
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan menyatakan menerima laporan bahwa pesawat Smart Air rute Nabire (NBX) – Kaimana (KNG) melakukan pendaratan darurat pada Selasa (27/1/2026) pukul 13.01 WIT.
Berdasarkan laporan awal, pesawat mengalami gangguan pada mesin (engine). Pilot in Command (PIC) memutuskan melakukan Return to Base (RTB) atau kembali ke bandara keberangkatan.
Namun, karena thrust power terus menurun, sang pilot akhirnya memutuskan mendarat darurat di ujung pantai dekat landasan 17 Bandara Douw Aturure Nabire.
Sosok Capt Tania Karima Sofyan
Pilot yang menjadi sorotan dalam insiden ini adalah Capt Tania Karima Sofyan, perempuan muda berusia 27 tahun.
Tania merupakan lulusan Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan RI. Ia baru sekitar lima tahun menamatkan pendidikannya.

