WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Perwakilan Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Kota Banjarmasin menyampaikan keluhan terkait dihentikannya bantuan permakanan untuk anak panti sejak satu tahun terakhir.
Bantuan yang sebelumnya diberikan sebesar Rp3.000 per anak per hari itu kini tak lagi dianggarkan untuk tahun depan.
Abdul Hair SKM, yang akrab disapa Pak Abu, mewakili forum LKSA mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap keputusan tersebut.
Padahal di Kota Banjarmasin tercatat 33 panti asuhan yang menaungi lebih dari 600 anak, baik mukim maupun non-mukim.
“Selama lima tahun kami menerima bantuan permakanan, tetapi sejak tahun lalu bantuan itu dihapus. Nilainya memang kecil, cuma sekitar Rp3.000 per anak per hari, tetapi sangat membantu,” ujar Pak Abu, Jumat (12/12/2025).
Ia membandingkan besaran bantuan di kabupaten lain yang mencapai Rp15.000 hingga Rp40.000 per hari, sehingga menurutnya jarak tersebut terlalu jauh.
Meskipun mengerti kondisi keuangan daerah, Pak Abu menilai anak-anak panti justru membutuhkan perhatian lebih.
“Kami tidak menuntut naik, dipertahankan saja nominal yang kecil itu sudah sangat berarti, tetapi ini malah dihilangkan. Di sektor lain ada bantuan anggaran, kenapa di panti asuhan justru ditiadakan?” ujarnya.
Pak Abu juga menyampaikan bahwa bila panti-panti yang ada tak mampu bertahan, maka urusan sosial tersebut akan kembali menjadi beban pemerintah.







