WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Menyambut Hari Anak Nasional 2025, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama Yayasan Save the Children Indonesia menggelar Webinar Series “Libur Telah Tiba”, Selasa (8/7). Mengusung tema “Bijak di Dunia Digital, Tanggap di Krisis Iklim”, webinar ini jadi bagian penting dari rangkaian Lokakarya Forum Anak Nasional 2025, dan diikuti lebih dari 1.000 peserta anak dari 38 provinsi secara daring.
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam bermedia sosial, apalagi di tengah maraknya kekerasan digital. Berdasarkan data Komnas Perlindungan Anak tahun 2022, sekitar 40% anak Indonesia pernah mengalami kekerasan daring, termasuk cyberbullying. Dalam sambutannya, Arifah mengingatkan agar generasi muda tidak sembarangan membagikan informasi. “Cek dulu kebenarannya, lalu pikirkan apakah informasi itu bermanfaat atau justru bisa menyakiti orang lain,” tegasnya.
Menurut Menteri Arifah, media sosial sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak muda. Namun ia mengingatkan, kemajuan digital tidak boleh menjadikan anak-anak lengah dan mudah terjerumus. “Teknologi bisa bantu kita berkembang, tapi juga bisa menjerat kalau tidak digunakan dengan bijak. Jadi, mari kita saring sebelum sharing,” serunya penuh semangat.
Isu perubahan iklim juga tak luput dari perhatian. Arifah menilai anak-anak dan remaja saat ini menghadapi dua tantangan besar: digitalisasi dan krisis iklim. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah untuk aktif mendampingi anak-anak agar tumbuh dengan tangguh dan terlindungi. “Mereka bukan hanya objek pembangunan, tapi juga subjek. Suara anak harus didengar,” ujar Arifah.

