Pembunuh Berantai ini Kabur Bareng Belasan Napi, Warga Cemas

    WARTABANJAR.COM, NAIROBI – Gara-gara Collins Jumaisi Khalusa, tersangka pembunuh berantai melarikan diri dari tahanan, delapan petugas polisi di Kenya kena skorsing. Pasalnya, Khalusa yang pada Juli lalu mengaku membunuh 42 wanita sejak 2022, termasuk istrinya sendiri.

    Akibatnya, Khalusha langsung ditahan di kantor polisi pasca pengakuan itu. Namun, polisi mendapati Khalusha kabur bersama 12 tahanan lainnya pada Selasa (20/08/2024), setelah dibantu orang dalam.

    Laporan dari kantor polisi, seperti dilansir Wartabanjar.com mengatakan, petugas menemukan para tahanan hilang pada pukul 05.00 waktu setempat. Mereka raib ketika petugas sedang menyajikan sarapan pagi.

    Baca juga: Presiden Jokowi Tutup Munas Partai Golkar, Tunggu Kontribusinya Buat Negara

    Dari laporan NTV Kenya, tahanan pembunuh berantai itu melarikan diri dengan memotong atap jaring kawat dan memanjat dinding perimeter.

    “Belasan orang yang melarikan diri bersama Khalusha adalah warga negara Eritrea yang ditahan karena memasuki negara tersebut secara ilegal,” kata polisi setempat.

    “Delapan petugas yang bertugas pada saat itu telah diskors, sementara penyelidikan dilanjutkan,” tambah polisi.

    Penahanan Khalusha dilakukan setelah temuan sembilan mayat yang dimutilasi di sebuah tambang terlantar di ibu kota, Nairobi. Korban-korban tersebut berusia antara 18 dan 30 tahun. Sadisnya, semua korban dibunuh dengan cara yang sama.

    Baca juga: Buntut Putusan MK, Akademisi dan Aktivis Serbu Gedung Konstitusi Besok

    Kasus pembunuhan ini memicu keterkejutan dan kemarahan. Banyak yang mempertanyakan kegagalan petugas mendeteksi mayat-mayat yang ditinggalkan pelaku di area tambang. Padahal, area itu berjarak sekitar 100 meter dari kantor polisi.

    Baca Juga :   Marah Terhadap Donald Trump dan Elon Musk, Jutaan Rakyat AS Turun ke Jalan

    Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

    BERITA LAINNYA

    TERBARU HARI INI