WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Tata cara puasa sunah Syawal menurut ajaran Islam. Bulan puasa Ramadhan baru saja berakhir sekitar sebulan lalu dan sekarang kita berada di bulan Syawal.
Hari ini memasuki pekan keempat Syawal, bagi umat Islam yang ingin melaksanakan puasa Syawal masih ada waktu.
Hari ini, Kamis (2/5/2024) bertepatan dengan 23 Syawal 1445 Hijriyah, yang berarti bulan Syawal masih tersisa 7 hari lagi.
Syawal terdiri dari 30 hari, tanggal 30 Syawal 1445 Hijriyah akan bertepatan pada 9 Mei 2024 nanti.
Itu berarti, waktu untuk melaksanakan puasa Syawal masih bisa karena tersisa 7 hari lagi.
Hukum melaksanakan puasa Syawal adalah sunah, artinya boleh dikerjakan boleh juga tidak.
Puasa Syawal dikerjakan selama bulan Syawal sebanyak enam hari, makanya sebagian kalangan ada yang menyebutnya sebagai puasa enam.
Bagi yang ingin melakukan puasa Syawal, berikut ini niat puasa Syawal, tata cara puasa Syawal, dan keutamaan puasa Syawal.
Keutamaan Puasa Syawal
Meski tak bersifat wajib alias memiliki ketetapan hukum sunah, puasa Syawal yang berlangsung selama enam hari dapat memberikan pahala berlimpah bagi mereka yang menjalaninya.
Bahkan, pahala puasa enam hari di bulan Syawal ini setara dengan puasa selama setahun.
Keutamaan puasa Syawal selama enam hari disebut dalam sejumlah hadis.
Salah satunya diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shohihnya pada bab kesunahan puasa enam hari Syawal, sebagai berikut:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa 6 hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahu penuh.”
Hal ini juga diriwayatkan dalam Hadits Ibnu Majah dari Thawban, seorang budak yang dibebaskan Rasulullah.
Seperti dinarasikan dari Thawban, seorang budak yang dibebaskan Rasulullah, Nabi SAW berkata, “Siapa saja yang puasa enam hari setelah Idul Fitri akan berpuasa selama satu tahun tersebut, dengan satu kebaikan dihargai 20 kebaikan serupa.”
Pahala puasa Syawal yang setara berpuasa satu tahun ini merupakan salah satu keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Sebab, umur umat Nabi Muhammad lebih pendek dibanding umat terdahulu yang bisa mencapai ratusan tahun.
Di samping itu, keutamaan lain dari puasa Syawal juga merupakan ibadah sunnah yang diharapkan dapat menyelamatkan manusia di hari akhir kelak.
Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan olej An-Nasa’i mengatakan bahwa:
Seperti dinarasikan Abu Hurairah, Rasulullah SAW berkata, Amalan pertama yang dihitung dari seorang manusia adalah sholat. Jika sempurna maka semuanya akan tercatat lengkap, dan jika ada yang kurang Allah SWT akan berkata, “Periksalah jika hambaku melakukan ibadah sunnah (nafil).” Jika dia melakukannya maka ibadah wajib akan dilengkapi dari yang sunnah. (HR An-Nasa’i).
Niat Puasa Syawal
Seperti ibadah lainnya, puasa sunah enam hari di bulan Syawal harus diiringi dengan lafal niat.
Berikut bacaan niat puasa Syawal: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى (Nawaitu shouma ghodin ‘an adaai sunnati lillaahi ta’aala)
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Tata Cara Puasa Syawal
Setelah melafalkan niat puasa Syawal, dianjurkan menjalankan sahur sebelum azan Subuh seperti berpuasa pada umumnya.
Kemudian, hal ini dilanjutkan dengan berpuasa menahan lapar dan nafsu selama 13 jam hingga matahari terbenam atau saat azan Magrib berkumandang lalu dianjurkan untuk segera berbuka puasa saat azan berkumandang.
Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal.
Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah ini persis setelah Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal.
Artinya, puasa dilakukan pada 2-7 Syawal.
Selain itu, puasa juga bisa dilakukan berselang hari asalkan masih di bulan Syawal.
Namun, sebagaimana disebutkan di firman Allah SWT dalam QS Ali Imran ayat 133, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa Syawal sesegera mungkin. Berikut ini arti dari QS Ali Imran ayat 133 tersebut:
“Bersegera lah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (berbagai sumber)
Editor: Yayu