Bikin Film WLCFBoB, Tanah Laut Gaet Marcel Chandrawinata dan Amara Angelia, Segini Biayanya!

WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Film berjudul “When Love Calls From Bottom Of Borneo” (WLCFBoB) bakal diproduksi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) bekerjasama dengan sutradara dan bintang-bintang nasional.

Bupati Tala, H Sukamta secara blak-blakan menjelaskan. Jika biaya pembuatan film itu menelan Rp5 miliar lebih dari APBD tahun 2023.

“Semua sudah dalam pembahasan,” katanya, saat konferensi pers pada Senin (6/3/2023) malam tadi.

Selain itu, ia mengaku juga dilakukan pola kerja sama. Seperti dengan yayasan Karyawan Film dan Televisi (KFT), dan Dinas Pariwisata Tala.

Film WLCFBoB ini, diklaim 75 persen pemainnya diperankan oleh orang asli Tala.

Amara Angelia dan Marcel Chandrawinata.(kolase/ist)



BACA JUGA :Pembangunan Gedung Command Center Diskominfo Tanah Laut 2021 Ternyata Ada Kekurangan Volume

Sebelum proses penggarapan dimulai, Senin (6/3/2023) malam tadi digelar konferensi Pers di Taman 0 Kilometer, Pelaihari. Sutradara dan artis nasional yang terlibat kemudian disingkap.

Lantas dalam acara itu terungkap, sutradara dari film ini adalah Joko Nugroho. Selain itu, film ini juga menggandeng deretan artis nasional seperti Marcel Chandrawinata, Amara Angelia, Bella Devita, Jamal Mirdad, dan Abun Hadi.

Syukuran dimulainya proyek film ini ditandai dengan pemotongan nasi. Langsung oleh Bupati Tala, H Sukamta.

Pada kesempatan itu, H Sukamta menjelaskan. Film ini telah mendapat sejumlah dukungan. Terutama dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Pembuatan film ini selaras dengan program mereka (Kemenparekraf, red) tentang promosi wisata daerah. Oleh karena itu film ini dianggap pionir di Tanah Laut,” ujarnya.

Sementara itu, Joko Nugroho yang didapuk sebagai sutradara menjelaskan. Pendistribusiannya juga telah mendapat persetujuan sejumlah pihak. Bahkan rencananya akan disalurkan ke luar negeri.

BACA JUGA :Kapolsek Bati Bati dan Batu Ampar Polres Tanah Laut Diisi Pejabat Baru

Kendati begitu, rencana pemasaran film ini kata dia, akan diregulasi. Lantaran jadi aset Pemkab Tala.

“Saat regulasi sudah ada, kami akan membantu distribusikan ke semua bioskop di Indonesia,” imbuhnya.

Belum ada bocoran di mana film ini akan digarap. Tapi, ada gambaran sekiranya 20 hingga 25 titik wilayah di Tanah Laut akan dijadikan lokasi syuting.

“Jika lancar, sebelum puasa (film) sudah rampung,” ucapnya.

Jadi kendala, menurut dia, ialah akses menuju lokasi syuting. “Karena ada beberapa tempat yang sulit dijangkau kendaraan. Sehingga harus berjalan kaki atau pakai motor,” sambungnya.

Kala Poros Kalimantan bertanya rekam jejaknya dalam dunia perfilman, ia menceritakan. Sejak tahun 1996 ia menyutradarai sejumlah sinetron.

“Lalu baru tahun 2007 hijrah ke film. Untuk film berlatar Tanah Laut ini adalah film ke-7 saya,” pungkasnya.(wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor : DTM

Baca Juga :   Pemkab Dukung Penuh Musyawarah Kabupaten KORMI Tanah Bumbu 2026

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca