WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pengunduran diri Wartono dari jabatan Wakil Wali Kota Banjarbaru mulai memunculkan dinamika politik di lingkungan 13 partai politik pengusung. 

Sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai kandidat pendamping Wali Kota Erna Lisa Halaby, sementara partai koalisi masih menunggu arahan pimpinan masing-masing sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Banjarbaru, Ririk Sumari Restuningtyas, mengatakan pihaknya belum membahas maupun menyiapkan nama kandidat untuk mengisi posisi yang ditinggalkan kader PDIP tersebut.

PKB Banjarbaru akan melaporkan perkembangan tersebut kepada pimpinan partai di tingkat wilayah hingga pusat untuk mendapatkan arahan.

"Nanti kami diskusikan," ujarnya kepada Wartabanjar.com, Selasa (3/11/2026) sore.

Langkah berikutnya kemungkinan komunikasi antarpimpinan partai koalisi.

Sebab, keputusan mengenai figur pengganti tidak bisa dilakukan secara sepihak dan harus melalui pembicaraan bersama partai-partai pengusung.

"Partai pengusungnya itu banyak. Nah, yang jelas mungkin nanti akan ada diskusi. Pertama mungkin dari segi kepartaian, masing-masing melapor ke pimpinan partai di pusat dulu, seperti apa arahannya. Setelah itu, karena partai pengusungnya banyak, nanti mungkin akan ada diskusi-diskusi terkait itu," jelas Ririk.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Banjarbaru, Syamsuri, menilai pengunduran diri Wartono dengan alasan kesehatan merupakan hak pribadi dan telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

Mengenai pengisian jabatan yang ditinggalkan Wartono, Syamsuri menjelaskan prosesnya akan melibatkan partai pengusung.

Nama-nama calon nantinya disampaikan kepada DPRD untuk diproses sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. 

"Partai-partai pengusung tentunya akan dikonfirmasi siapa calon penggantinya. Nanti akan disampaikan nama-namanya ke DPR siapa orang-orangnya. Urusan siapa yang duduk, nah itu nanti tinggal pembicaraan di tingkat tinggi antar pimpinan-pimpinan ketua," jelas Syamsuri.

Di tengah belum adanya keputusan resmi, Syamsuri mengakui sejumlah nama mulai beredar dan diperbincangkan sebagai kandidat pengganti Wartono.

Di antaranya nama Husnul, yang merupakan suami Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Selatan, serta Abdi, putra Ketua Partai Demokrat Banjarbaru Said Subari.