WARTABANJAR.COM, BARABAI – Sebanyak 180 kantong darah berhasil dikumpulkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Damanhuri Barabai, selama lima hari pelaksanaan donor darah di Festival Pemuda Menyala 2026, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.

Capaian tersebut menjadi tambahan persediaan darah di Unit Pengelola Darah (UPD) RSUD H Damanhuri Barabai, untuk menunjang kebutuhan transfusi pasien yang menjalani perawatan maupun membutuhkan penanganan medis.

Kepala UPD RSUD H Damanhuri Barabai, Fatimah, mengatakan darah yang terkumpul mencapai rata-rata 36 kantong setiap hari. 

Capaian itu tidak lepas dari antusiasme pengunjung festival dan masyarakat yang bersedia menjadi pendonor.

“Alhamdulillah, kegiatan donor darah disambut antusias pengunjung dan masyarakat luas, dengan berhasil menghimpun 36 kantong darah per hari,” kata Fatimah di Barabai, Rabu (04/11/2026).

Kegiatan donor darah tersebut berlangsung sejak 29 Oktober hingga 4 November 2026 melalui stan khusus hasil kerja sama RSUD H Damanhuri Barabai dengan Dinas Kesehatan Kabupaten HST.

Pelayanan dibuka setiap hari dengan dua pembagian waktu, yakni pukul 16.00–18.30 WITA dan 19.00–21.30 WITA. Sebanyak lima petugas UPD disiagakan pada setiap shift untuk melayani masyarakat.

Baca Juga: Pengendara Tak Pakai Helm Jadi Pelanggaran Terbanyak di Hari ke-10 Operasi Patuh Intan di HST

Baca Juga: Sebelum Konser di HST, Bian Gindas Ajak Wisatawan Kunjungi Pagat Batu Benawa

Seluruh golongan darah, mulai dari A, B, O hingga AB, dapat disumbangkan melalui kegiatan tersebut.

Fatimah menjelaskan, seluruh darah yang berhasil dihimpun menjadi tambahan stok di UPD RSUD H Damanhuri Barabai.

“Ketersediaan stok ini menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan transfusi bagi pasien yang memerlukan penanganan medis,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan donor darah di tengah festival menjadi salah satu upaya menjangkau lebih banyak masyarakat agar berpartisipasi membantu pasien yang membutuhkan darah.

RSUD H Damanhuri Barabai berharap kepedulian masyarakat untuk mendonorkan darah terus tumbuh. Sebab, pemenuhan kebutuhan transfusi pasien memerlukan ketersediaan stok darah yang terjaga secara berkelanjutan, tidak hanya mengandalkan kegiatan donor pada momentum tertentu. (wartabanjar.com/*)