WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan terus mematangkan berbagai strategi guna memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas layanan transportasi publik. 

Selain mengandalkan pendapatan dari tiket (fairbox), Dishub Kalsel mulai melirik potensi pendanaan alternatif melalui sektor non-tiket atau non-fairbox demi menjaga keterjangkauan tarif bagi masyarakat.

​Kepala Dishub kalsel, Fitri Hernandi, mengungkappkan  bahwa optimalisasi pendapatan non-tiket ke depannya akan mencakup pemanfaatan halte modern untuk pemasangan iklan komersial, periklanan di dalam armada bus, hingga penerapan carbon trading dari peralihan kendaraan pribadi ke transportasi umum.

​"Ada namanya non-fairbox yang saat ini sedang kita upayakan, yaitu misalnya modernisasi halte-halte itu akan menjual advertising atau iklan. Iklan itu akan masuk ke kabupaten kota atau untuk sewanya bisa masuk ke provinsi," ucapnya di program podcast "Warta Bicara", Jumat (30/10/2026).

​Dalam upaya memberikan kenyamanan dan keamanan tambahan bagi pengguna, Dishub Kalsel juga telah meluncurkan layanan bus khusus wanita yang beroperasi di koridor Jalan Ahmad Yani dengan tujuan ke Pelaihari, Tanah Laut dan Marabahan, Barito Kuala.

Baca Juga: Genjot Layanan Trans Banjarbakula, Kalsel Miliki Feeder Transportasi Publik Kabupaten Terbanyak di Indonesia

Baca Juga: Bus Tayo Listrik Trans Banjarbakula Beroperasi 1 Oktober, Siapkan Skema Tarif Papadaan

​Selain itu, guna mengakomodasi kenyamanan di fasilitas umum, muncul wacana penyediaan mesin penjual otomatis (vending machine) di halte-halte agar penumpang dapat dengan mudah membeli makanan atau minuman ringan saat menunggu kedatangan armada bus.

​"Kalau di halte, kalau halte dikasih vending machine yang misalnya pakai QRIS bisa beli minuman, beli makanan, mungkin masuk akal ya," tambahnya.

​Melalui berbagai inovasi dan pengelolaan yang terintegrasi, pemerintah berharap budaya menggunakan transportasi publik di Kalsel semakin mengakar.

Dengan itu diharapkan mampu menekan tingkat kemacetan sekaligus menghadirkan solusi mobilitas yang ramah lingkungan dan ekonomis bagi masyarakat luas.

Selengkapnya saksikan di video ini: 

(wartabanjar.com)