WARTABANJAR.COM, SAMPIT – Di tengah nihilnya penerbangan sejak 14 September 2026 akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengelola Bandara H Asan Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menurunkan tim untuk memeriksa benda asing yang jatuh dari langit.

Tiga benda yang diduga serpihan sampah antariksa itu jatuh di perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Kotim.

Di lokasi, tim meminta keterangan warga, memeriksa benda mirip badan pesawat itu dan 
mendokumentasikannya.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II H Asan Sampit, Abdul Haris, menyatakan telah melayangkan laporan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Baca juga: Karhutla Landa Gunung Batu Nateh HST, Api Berkobar hingga Malam

Baca juga: Relawan Meninggal Saat Padamkan Karhutla di Handil Bakti Batola

Tim diturunkan menindaklanjuti viralnya penemuan tersebut.

Saat di lokasi sudah ada anggota dari TNI dan Polri.

Lokasi pun diberi garis polisi.

Tim Bandara H Asan kemudian berkoordinasi dengan Otoritas Bandar Udara di Balikpapan dan KNKT. 

Sesuai arahan, petugas kemudian melakukan pendokumentasian berupa foto dan video terhadap benda asing yang ditemukan.

Haris menyatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta AirNav Indonesia.

Mengenai dugaan benda-benda itu  merupakan serpihan roket asal Cina, Haris  belum dapat memastikan.

Identifikasi asal-usul dan jenis benda asing tersebut harus menunggu hasil kajian pihak berwenang.'

Ia juga belum dapat memberikan keterangan mengenai risiko teknis dari benda-benda tersebut, termasuk soal radiasi. 

Penemuan benda asing ini menjadi perhatian karena dilaporkan terjadi beberapa kali dalam kurun waktu dua hari. 

Benda pertama ditemukan pada Senin (19/10/2026), kemudian dua temuan lainnya dilaporkan pada Selasa (20/10/2026) di blok berbeda di kawasan perkebunan tersebut.

Bentuk benda yang ditemukan juga beragam, mulai dari potongan logam berukuran besar dengan kabel yang masih menempel, benda menyerupai kubah, hingga lempengan logam dengan bentuk tidak beraturan.