WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Wisata Padang Ilalang di Desa Binturu, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mulai sepi pengunjung setelah sempat viral di media sosial. 

Bunga ilalang yang mulai rontok dan kondisi udara berkabut akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), diduga menjadi penyebab menurunnya minat wisatawan.

Sebelumnya, panorama hamparan bunga ilalang yang bermekaran melihat indah, dan  menjadi daya tarik utama bagi warga untuk berkunjung dan berswafoto.

Kini, meski sejumlah area masih ditumbuhi tanaman ilalang, bunga-bunga yang sebelumnya mempercantik kawasan tersebut mulai berguguran. 

Kondisi itu membuat pemandangan padang ilalang, tidak lagi seindah saat pertama kali viral dan ramai dikunjungi masyarakat.

Kepala Desa Binturu, Rustam, mengatakan kondisi bunga ilalang yang mulai rontok, diduga menjadi salah satu faktor berkurangnya jumlah pengunjung.

Dituturkannya, bunga ilalang yang menjadi daya tarik wisata tersebut, memang memiliki masa mekar yang relatif singkat sebelum akhirnya berguguran.

Baca Juga: BPR Tabalong Bersinar Siapkan Kredit Tanpa Bunga bagi Penjahit Seragam Sekolah Gratis

Baca Juga: 162 Siswa SMPN 1 Upau Tabalong Terima Dua Seragam Gratis dari Pemkab

“Kondisinya ya saat ini tidak terlalu bagus lagi lah kayak yang kemarin itu, bunga ilalangnya sudah banyak yang rontok,” tutur Rustam, Minggu (18/10/2026).

Selain kondisi bunga ilalang, Rustam menduga memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan di sekitar lokasi, turut memengaruhi minat masyarakat untuk berkunjung.

Karena itu, ia mengimbau warga yang masih ingin menikmati suasana Padang Ilalang di Desa Binturu, agar memperhatikan kondisi udara sebelum mendatangi lokasi.

Pengunjung juga disarankan membawa dan menggunakan masker, untuk mengurangi paparan asap akibat karhutla.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi bagi masyarakat yang ingin berwisata di tengah kondisi lingkungan yang kurang mendukung. (wartabanjar.com)