Kasus ISPA di Kabupaten Banjar Tembus 2.221 Kasus, Dampak Kabut Asap Karhutla
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Dampak kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mulai mengancam kesehatan masyarakat.
Sepanjang September 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar mencatat sebanyak 2.221 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Banjar, Hj Mariana, mengungkapkan temuan ribuan kasus tersebut tersebar di lima puskesmas yang berada di zona rawan paparan asap karhutla.
”Berdasarkan data pelayanan kesehatan selama September 2026, tercatat sebanyak 2.221 kasus ISPA di lima puskesmas wilayah terdampak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).
Mariana merincikan, Puskesmas Sungai Tabuk 1 mencatat angka kasus tertinggi yakni sebanyak 605 kasus. Disusul Puskesmas Kertak Hanyar dan Puskesmas Martapura 2 yang masing-masing mencatat 504 kasus.
Sementara itu, di Puskesmas Gambut terdata sebanyak 397 kasus dan Puskesmas Cintapuri Darussalam sebanyak 211 kasus.
Baca Juga Karhutla di Landasan Ulin Banjarbaru Hanguskan 8 Hektare Lahan
Baca Juga Persiapkan Kalsel Bebas ODOL 2027, Pusdi Kepolisian ULM dan Polres Banjar Perkuat Kolaborasi
Melihat tren ancaman gangguan pernapasan yang terus mengintai, Mariana menegaskan pihaknya memperketat pemantauan secara berkala serta menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
”Puskesmas di wilayah terdampak diminta meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan, melakukan deteksi dini terhadap keluhan pernapasan warga, serta memberikan pengobatan yang sesuai,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi di lapangan, Dinkes Banjar juga berkoordinasi dengan lintas sektor untuk memantau perkembangan kualitas udara secara real-time.
Mariana mengungkapkan, stok masker pun telah disiapkan dan disalurkan ke wilayah-wilayah rawan.
”Khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan,” tambahnya.
Mariana juga mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah mandiri dalam menjaga kesehatan selama kondisi udara memburuk akibat asap karhutla.
”Kurangi aktivitas di luar ruangan jika udara memburuk. Jika terpaksa keluar rumah, selalu gunakan masker dan segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan pernapasan,” pesannya. (wartabanjar.com)