ETB Rescue Terjunkan Lima Personel, Satu Peserta LKMM-PD ULM Dirujuk ke Rumah Sakit
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Emergency Tanggap Bencana (ETB) Rescue menurunkan lima personel, untuk memberikan dukungan pertolongan pertama kepada peserta Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Pra-Dasar Outdoor (LKMM-PD), Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMAMIA) “REDOKS” Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), di Jalan Irigasi, Sungai Ulin, Kecamatan Karang Intan, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan, 10–11 Oktober 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Menavigasi Potensi dalam Membangun Kepemimpinan yang Adaptif dan Menginspirasi” tersebut, berlangsung di kawasan Kandang Senja Bulan. Kehadiran ETB Rescue bertujuan mendukung pelayanan kesehatan, serta mengantisipasi kondisi darurat selama kegiatan luar ruang berlangsung.
Ketua ETB Rescue, M Hamidi, mengatakan pihaknya mengerahkan lima personel meskipun permintaan awal hanya dua orang.
Penambahan personel dilakukan berdasarkan pengalaman sebelumnya, ketika jumlah petugas terbatas dan tim kesulitan menangani peserta yang membutuhkan pertolongan secara bersamaan.
“Kalau hanya dua orang, kami kewalahan. Karena itu, kami menggunakan lima orang agar penanganan di lapangan bisa lebih maksimal,” ujar Hamidi saat diwawancarai.
Menurut Hamidi, tugas personel tidak hanya memberikan pertolongan kepada peserta yang mengalami keluhan kesehatan ringan, tetapi juga menjemput peserta dari sejumlah titik dan membawa mereka ke pos pelayanan untuk mendapatkan penanganan.
Baca Juga: Perlu 10 Hari Perbaikan Pipa Bocor BPAM Banjarbakula, Suplai Air Bersih Banjarbaru Banjar Terhenti
Baca Juga: Latihan Rutin di Lapangan Murjani, Pendowo Badminton Club Siapkan Atlet Hadapi Kejurprov Kalsel
Selama kegiatan berlangsung, tim menangani sejumlah kondisi kesehatan peserta, mulai dari keluhan kedinginan hingga gangguan pernapasan. Salah seorang peserta mengalami kondisi yang memerlukan bantuan oksigen dalam waktu cukup lama.
Hamidi menjelaskan, setelah tabung oksigen pertama habis dan kondisi peserta belum menunjukkan pemulihan yang diharapkan, petugas melanjutkan pemberian oksigen menggunakan tabung berikutnya.
Karena kondisinya membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, peserta tersebut akhirnya dirujuk ke RSU Permata Husada, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Selain itu, tim juga menangani seorang peserta yang mengalami kambuhnya penyakit asma menjelang subuh.