WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menyiapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan arah usaha yang tidak hanya mengejar keuntungan daerah, tetapi juga menyentuh langsung aktivitas ekonomi masyarakat.

Rencana pendirian Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Agro Pangan dan Perumda Energi dibahas dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Pemantapan Pendirian BUMD Tahun 2026 di Barabai, Rabu (7/10/2026).

Melalui BUMD, Pemkab HST ingin membuka ruang usaha dan lapangan kerja sekaligus memberi nilai tambah terhadap hasil produksi masyarakat. 

Baca juga: Hasil Drawing I League Cup 2026/2027: Barito Putera, Bali United, Persiba Satu Grup

Baca juga: 180 Penerbangan Kalteng, Kaltim dan Kaltara Terdampak Asap Karhutla dalam Enam Hari

Masukan dari berbagai pihak dalam forum tersebut menjadi bagian dari pemantapan sebelum badan usaha daerah ini dibentuk.

Bupati HST Samsul Rizal melalui Sekretaris Daerah HST HM Pajaruddin mengatakan, BUMD harus dibangun dengan melihat kebutuhan dan potensi yang dimiliki daerah.

“BUMD ini tidak boleh hanya dipandang sebagai instansi pelengkap pemerintah, melainkan harus menjadi mesin utama penggerak perekonomian daerah,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati HST.

Badan usaha ini nantinya diarahkan mengembangkan komoditas unggulan HST, terutama padi dan jagung.

Pengelolaan tidak berhenti pada hasil panen. 

Komoditas pertanian akan diarahkan masuk ke proses pascapanen seperti pengeringan, pengolahan hingga pengemasan agar produk memiliki nilai jual lebih tinggi.

Skema tersebut juga membuka peluang kerja sama dengan petani, koperasi, BUMDes hingga pelaku UMKM, baik dalam produksi maupun pemasaran.

Dengan demikian, hasil pertanian masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi memiliki peluang untuk masuk ke rantai usaha dengan nilai ekonomi yang lebih besar.

Sedangkan Perumda Energi diarahkan untuk mendukung ketahanan energi daerah, termasuk pemanfaatan energi terbarukan dan pengelolaan jaringan gas.

Pengembangan energi tersebut nantinya diharapkan dapat menunjang kebutuhan berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, UMKM, petani, industri hingga pelayanan publik.