Menjemput Suara, Dua Anak di Kabupaten Banjar Jalani Implan Koklea
Namun, aktivasi implan bukan akhir dari proses. Pasien masih membutuhkan terapi bicara secara rutin agar kemampuan mendengar yang mulai terbentuk dapat berkembang menjadi kemampuan memahami suara dan berbicara.
Peran orang tua juga menjadi bagian penting dalam tahap tersebut.
Orang tua diharapkan aktif mendampingi latihan di rumah sekaligus mencatat perkembangan kemampuan bicara anak untuk menjadi bahan evaluasi bersama tim medis.
Sekda Banjar H Yudi Andrea yang menyaksikan proses aktivasi menilai layanan tersebut menjadi langkah penting dalam membantu anak-anak dengan gangguan pendengaran.
“Dengan diaktifkannya implan koklea ini, anak-anak kita dapat kembali mendengar dengan baik, bisa belajar berbicara, serta tumbuh dan berkembang secara optimal untuk meraih masa depan mereka,” ujarnya.
Aktivasi implan menjadi awal bagi kedua anak untuk mengenali suara. Selanjutnya, terapi dan pendampingan orang tua menjadi bagian penting untuk membantu mereka memahami suara dan mengembangkan kemampuan berbicara. (wartabanjar.cok/*).