WARTABANJAR.COM - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan terus diperkuat.

Satu di antaranya adalah pembangunan sumur bor yang akan dilaksanakan sebagai upaya pencegahan karhutla.

Direktur RSJ Sambang Lihum Yuddy Riswandhy Noora melalui Kepala Bidang Penunjang Non Medik RSJ Sambang Lihum, Salbiah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang memberikan perhatian terhadap kondisi kawasan rumah sakit setelah terjadinya karhutla.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalsel. Dengan kedatangan beliau kemarin, kami banyak diberikan bantuan untuk mencegah karhutla di Sambang Lihum ini,” ujar Salbiah di Banjar, Kamis (8/10/2026).

Salah satu dukungan yang disampaikan berupa rencana pembuatan sarana pendukung pengendalian kebakaran, termasuk sumur bor dan parit di sekitar kawasan.

“Berupa land keliling kemarin, mungkin dari Dinas Kehutanan yang memberikan bantuan, dan juga nanti pembuatan sumur bor dari Dinas PUPR serta parit-parit dari Dinas PUPR,” jelasnya.

Baca Juga Tiga Pendekar Pencak Silat Terpaksa Timba Ilmu di Sel Tahanan Polresta Balikpapan

Baca Juga 180 Penerbangan Kalteng, Kaltim dan Kaltara Terdampak Asap Karhutla dalam Enam Hari

Salbiah menilai penguatan infrastruktur pencegahan menjadi penting mengingat kawasan RSJ Sambang Lihum memiliki area yang cukup luas dan sebagian kawasan berupa area berhutan atau lahan yang berpotensi terdampak kebakaran.

Pencegahan tidak hanya dilakukan ketika api telah muncul, tetapi perlu diperkuat sejak sebelum kejadian melalui pengelolaan kawasan, ketersediaan sumber air, akses bagi petugas pemadam serta pemantauan kondisi lingkungan.

Di tingkat internal, RSJ Sambang Lihum juga telah memiliki tim pemadam kebakaran yang terdiri dari 15 personel dari unsur K3RS, kesehatan lingkungan dan satuan pengamanan.

“Kami sangat berterima kasih sekali. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan tersebut, tahun-tahun ke depan walaupun ada kebakaran lagi tidak seberat tahun ini,” tutur Salbiah.

Penguatan mitigasi tersebut juga menjadi penting setelah karhutla sempat mendekati kawasan RSJ Sambang Lihum pada September 2026.

Berita Sebelumnya Parhan Diduga Tenggelam di Waduk Riam Kanan Banjar, Warga dan Polisi Lakukan Pencarian
Berita Selanjutnya Cara Tarik Tunai di Indomaret untuk Nasabah Bank Kalsel dan Pengguna Aksel